Senandung larik sajak mengalun merdu menyuarakan sanubari. Merujuk pada hamparan tabah lewat coretan diksi. Perihal bait-bait sastra yang mendamba janji-janji rindu tak kunjung saling menemui. Lalu abadilah kita menjadi sekumpulan elegi di ruang memori.
Jika kamu adalah sebuah karya seni maka, kamu adalah mahakarya terindah. Jika kamu adalah sebuah karya sastra maka, kamu adalah karya sastra terpanjang. Namun, disini aku ingin memujamu menggunakan sepotong puisi yang sulit di mengerti, menulisnya dengan tinta yang hampir habis tak tersisa. Bahwa arti dari kebahagiaan ternyata kehadiranmu, aku akan melengkapi puisi ini kalau sempat, kalau bolpoin baru telah ku genggam.
Untukmu manusia yang bisa kusebut langit favorit. Semoga kamu punya waktu luang untuk membaca tulisan ini, dan semoga tulisanku ini bisa sampai kehati mu. Kata yang paling kusuka adalah "kita" karna tidak ada dia. Kita adalah sederhana yang ingin ku kemas dengan apa adanya, tanpa ada alasan dan karena, tanpa ada yang ditutupi dan selalu mengutarakan duka. Aku ingin mencintaimu sebaik-baiknya, aku ingin menjadi peran yang paling berkesan dari kesan lainnya. Bukan hanya sekedar singgah melainkan sungguh. Jika di ibaratkan ini sebuah perjalanan, aku ingin kamu menjadi destinasi terakhirku.
Komentar
Posting Komentar